Wabup Bogor Tinjau Lokasi Bencana di Kecamatan Sukajaya

Kamis, 2 Januari 08:19 Berita Terkini
Wabup Bogor Tinjau Lokasi Bencana di Kecamatan Sukajaya Release Diskominfo Kabupaten Bogor 
Kamis, 02 Januari 2020

SUKAJAYA - Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan bersama Anggota Dewan Provinsi Jawa Barat, Asep Wahyu Wijaya  Sekdis PUPR, Dinas Kesehatan dan Camat Sukajaya menijau lokasi akses Jalan yang terputus di Kecamatan Sukajaya,pada Kamis (2/1)

Setelah di turun alat berat, akses masuk dari Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg sampai Kantor Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya sudah bisa dilalui kendaraan. 

Sedangkan akses Jalan di Desa Kiarapandak, Urug dan Kiarasari masih belum bisa di lalui kendaraan. Disebabkan akses jalan yang terputus sepanjang 50 meter, belum di evakuasi.

Untuk sambung arus listrik menuju wilayah Kecamatan Sukajaya masih padam, di sebabkan pihak PLN masih memperbaiki sambung kabel dan tiang listrik yang rusak.

Iwan mengaku, hasil pendataan sementara, perhari ini ada 58 titik bencana alam  yang tersebar di 15 Kecamatan. Bencana alam yang paling parah terjadi di Kecamatan Sukajaya.

Hal tersebut, disebabkan banyak akses Jalan utama yang terputus, rumah warga rusak parah,  jembatan terputus dan masih ada korban bencana alan yang belum di evakuasi.
Pihaknya sudah bergerak cepat dan mengelar rapat dengan BPBD Kabupaten Bogor guna mengevakuasi korban yang masih tertimbun matrial longsor. Termasuk, membuka akses jalan yang terisolir dengan mengunakan alat berat.

Untuk posko bencana di fokuskan di Puskesmas Sukajaya. Sehingga bantuan, terfokuskan di satu titik.

"Saya sudah mengelar  rapat dengan seluruh SKPD,  agar BTT bisa percepat digunakan karena untuk belanja harus ada legalitasinya. Kami akan belanja buat tanggap bencana di angka Rp 28 Miliar ,"ungkapnya.

Curah hujan yang masih tinggi di Kabupaten Bogor, dirinya menghibau kepada warga Kabupaten agar tetap waspada. Ia juga menghibau kepada Camat, agar segera mengiventarisir kebutuhan apa saja yang di perlukan untuk warga yang kena musibah bencana alam.

"Kebutuhan jangka pendek untuk anggaran bencana Rp 28 Miliar, mudah mudah angka tersebut bisa bertambah di mencapai Rp 50 Miliar . Tak hanya itu, akses Jalan yang tertutup matrial longsor, sekarang sudah bisa dilalui," katanya.

Tak hanya BTT, sambung Iwan. Sejumlah bantuan untuk korban bencana alam terus berdatang. Dari Baznas, Dishub termasuk bantuan dari Setda senilai Rp 28 Juta.

"Kita minta Camat, mendata sejumlah bantuan yang masuk. Termasuk menginvetarisir kebutuhan yang diperlukan," katanya.

Untuk korban bencana alam di Kampung Ciasahan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, dirinya meminta kepada warga bersabar atas musibah yang menyebabkan rumah warga rusak dan jembatan terputus hingga menyebabkan tiga kampung terisolir.

"Saya menghimbau warga yang mengunakan jembatan darurat tidak memaksakan diri. Sebab, ketika arus deras bisa membahayakan diri, apalagi jembatan tersebut bukan jembatan permanen," tutupnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Provinsi Jawa Barat, Asep Wahyu mengaku prihatin atas musibah bencana alam yang sudah merengut jiwa hingga memutuskan akses Jalan. 

Menurutnya,  pemda bogor tidak hanya memberikan bantuan kepada korban bencana, membuka akses Jalan. Terpenting, bagimana mencari solusi agar bencana alam ini tidak terulang lagi. Karena bencana alam banjir bandang yang menyebab rumah rusak, hingga kendaraan hanyut bukan hanya di Kabupaten Bogor tetapi imbasnya sampai ke daerah lain.

"Penyebab utama bencananya apa, itu yang perlu pemerintah Kabupaten Bogor  tanggani. Jangan sampai, kejadian ini terulang lagi," tukasnya. (Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)