Studi Banding Buah Naga di Kabupaten Sragen

Selasa, 3 Juni 08:40 Seputar OPD
Studi Banding Buah Naga di Kabupaten Sragen

Budidaya dan Pengolahan Buah Naga CV Wahanabakti Handayani Kabupaten Sragen 2014

Hari:Kamis
Tanggal : 24April 2014
Lokasi : Aula CV. WAHANABAKTI HANDAYANI

Kegiatan Studi Banding ke CV. Wanabakti Handayani merupakan rangkaian dari Kegiatan Pendukung Pengembangan Agribisnis Pertanian. Peserta kegiatan studi banding ini merupakan perwakilan dari seluruh BP3K Kabupaten Bogor, perwakilan petani, serta perwakilan dari BKP5K. Studi banding ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan peserta terkait dengan peluang usaha di bidang agribisnis buah naga.
Setelah bermalam di jalan, rombongan studi banding sampai di CV. Wanabakti Handayani, Prampalan, Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen pada hari Kamis, tanggal 24 April 2014. Rombongan studi banding disambut oleh pemiliknya langsung, yaitu Bapak Ir. Warjimin, MM. setelah beramah-tamah dan melihat berbagai produk olahan buah naga yang telah disajikan oleh CV. Wanabakti Handayani, maka pelatihan mengenai teknik budidaya dan pengolahan buah naga dimulai dan dipimpin langsung oleh Ir. Warjimin, MM.
Pelatihan Budidaya dan Pengolahan Buah Naga
Selain pemilik di CV Wanabakti Handayani, Ir. Warjiman, MM juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sragen. Warjiman membentuk CV. Ini sebagai upaya untuk memajukan pertanian buah naga, karena beliau melihat masih besarnya peluang usaha di bidang agribisnis buah naga ini. Menurut beliau baru sekitar 23% kebutuhan atau permintaan buah naga domestik yang dapat dipenuhi.
Jenis buah naga yang dibudidayakan adalah jenis Super Red, Warjimin memilih Super Red karena jenis ini lebih tahan terhadap penyakit dan lebih awet (lebih tahan busuk). Buah naga jenis lain hanya tahan sampai 5 hari, sedangkan Super Red bisa tahan sampai 12 hari. Selain itu juga, Super Red memiliki kandungan Pektin yang tinggi, sehingga dapat dijadikan minuman obat yang kaya akan anti oksidan.
Pembudidayaan buah naga diawali dengan penyiapan lahan. Menurut Ir. Warjiman, untuk membudidayakan buah naga tidak diperlukan jenis tanah yang khusus, karena semua tanah sama saja. Oleh sebab itu, untuk menekan modal, lebih baik digunakan tanah marjinal yang murah tetapi untuk hasil optimal, lokasi terbaik untuk budidaya buah naga adalah lokasi dengan intensitas penyinaran matahari yang tinggi, bukan daerah banjir (lahan tidak boleh terendam air selama satu malam), dan dengan ketinggian 600 dpl.
Karena buah naga memerlukan penopang untuk tumbuh, maka sebelumnya kita harus menyiapkan tiang pancang. Tiang pancang ini sebaiknya dibuat dari bahan beton, karena umur Buah Naga bisa mencapai 30 tahun. Bahan yang diperlukan untuk membuat tiang pancang antara lain semen, pasir, dan besi behel. Untuk tiap 50 kg semen, dapat dibuat 8 buah tiang pancang.
Pohon buah naga baru dapat berbuah setelah umur 1 tahun. Produktifitas saat berumur satu tahun hanya 1 kg buah naga. Sedangkan di umur dua tahun, pohon buah naga dapat menghasilkan buah 2 kg, dan kelipatannya pada tahun selanjutnya. Masa tanam Buah Naga sebaiknya di bulan-bulan Februari atau Januari karena musim panennya adalah bulan November-April.
Untuk meningkatkan nilai jual Buah Naga, CV. Wanabakti Handayani melakukan beberapa usaha, antara lain pengolahan, serta pengepakan yang baik. Buah naga diolah menjadi beberapa minuman, antara lain minuman ekstrak buah naga dan minuman obat ekstraksi buah naga. Untuk menarik minat pembeli, buah naga di packing menggunakan kardus dengan alasan lebih praktis, higienis, dan dapat lebih melindungi buah dari kebusukan.


Pelatihan Pembuatan Kompos Menggunakan Cacing
Setelah kunjungan ke lokasi kebun buah naga, rombongan diarahkan ke lokasi pembuatan kompos menggunkan cacing. Di lokasi ini kami dikenalkan kepemilik usaha ini, yaitu Bapak Tarmin. Bapak Tarmin pertama melakukan usaha ini dengan menggunakan cacing yang dibeli dari Thailand, jenis cacing tersebut adalah Cacing Lumbricus .Jenis cacing Lumbricus dipilih karena pola makannya yang sangat rakus, sehingga proses pembusukan kotoran akan  berjalan lebih cepat.
Perbandingan antara jumlah cacing dengan kotoran yang diberikan adalah 1:1. Jadi setiap kilogram cacing yang diternak, kotoran yang dibutuhkan sama banyaknya dengan jumlah cacing tersebut. Proses pemanenan dilakukan dengan mengambil tanah 10 cm di bawahl apisan atas. Lapisan atas tidak diambil karena disitu tempat cacing berkumpul.


JADWAL STUDI BANDING
KE LOKASI BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN BUAH NAGA CV. WAHANABAKTI HANDAYANI
KABUPATEN SRAGEN TAHUN 2014
Hari : Kamis
Tanggal : 24April 2014
Lokasi : Aula CV. WAHANABAKTI HANDAYANI

NO.

KEGIATAN

WAKTU

1.

Tiba di CV. WanabaktiHandayani (ramah-tamah)

10.00-10.30

2.

SambutanDirektur CV. WanabaktiHandayani

10.30-10.45

3.

SambutanSekretaris BKP5K

10.45.11.00

4.

PelatihanBudidayadanPengolahanBuah Naga

11.00-11.45

5.

PerjalananMenujuLokasiKebun CV. WanabaktiHandayani

11.45-12.00

6.

KunjunganLapangKebunBuah Naga

12.00-12.30

7.

PerjalananMenujuLokasiPembuatanKompos

12.30-12.40

8.

PelatihanPembuatanKomposmenggunakanCacing

12.40-13.40

9.

PerjalananPulangMenuju CV. WanabaktiHandayani

13.40-13/50