Segera Bebaskan Lahan Jalan Lingkar

Jumat, 11 Juli 11:10 Berita Kecamatan
Segera Bebaskan Lahan Jalan Lingkar

Masyarakat Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor segera merealisasikan pembebasan lahan untuk membuka akses jalan lingkar utama. Desakan itu muncul lantaran jalan utama masyarakat dari Kampung Babakan Pentas, Limusnunggal, CUkanggaleuh dan Balandongan dipersoalkan pemilik lahan.

Pantauan di lokasi, jalan masuk dari Jalan Raya Mayjen HR Edi Sukma menuju perkampungan masyarakat, kodisinya sudah memprihatinkan. Sebab, aspal jalan telah di bongkar serta dibangun tanggul tinggi yang menyebabkan kendaraan jenis sedan maupun kelaurga, tidak bisa melewati ruas jalan tersebut.

Deni Pratama, warga Desa Ciherang Pondok mengatakan, adanya jalan lingkar atau jalur baru untuk akses warga beraktivitas sangat dibutuhkan. Terlebih saat ini kondisi jalan utama yang biasa di pergunakan warga, sudah tidak layak dan bersengketa. “Makanya, kami ingin Pemkab Bogor segera membayar lahan yang akan dibebaskan untuk akses jalan lingkar tersebut,” ujarnya kepada wartawan, kemarin. Menurutnya, warga sudah sering menanyakan ke pemerintah desa terkait pembayaran lahan. Namun, pihak desa hanya meminta warga untuk bersabar. “Pada dasarnya kami warga Ciherang Pondok Sudah bersabar, tapi sampai sekarang belum juga ada kepastian dari pemerintah kapan akan dilakukan pembayaran,” papar Deni.

Senada, Kepala Desa (Kades) Ciherang Pondok, Aldi Wihara membenarkan warganya selalu datang ke kantor desa mempertanyakan pembayaran pembebasan lahan untuk akses jalan lingkar. Sehingga, pihaknya mengharapkan Pemkab Bogor secepatnya mengeluarkan biaya pembebasan dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) tahun 2014 ini. “Kasihan warga kami yang sangat menantukan adanya akses jalan lingkar itu,” jelasnya.

Aldi mengungkapkan, akses jalan lingkar nantinya di jadikan jalur utama ribuan warga Ciherang Pondok yang berada di beberapa kampung untuk beraktivitas sehari – hari. Bahkan aktivitas warga menggunakan jalan itu bisa 24 jam, karena sebagian warga bekerja sebagai pedagang pasar dan pekerja yang pulangnya hingga malam hari. Ia menambahkan, sesuai dengan kebutuhan membuka akses jalan lingkar, pihaknya mengharapkan semua lahan yang dibebaskan di bayar pemerintah di tahun sekarang. “Keinginan kami sih tahun ini pembebasan lahan sampai tuntas, jangan ada termin atau pembayaran kedua dengan jangka waktu tahun depan. Soalnya, biar tahun depan tinggal pembangunan jalannya,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Wilayah Ciawi, Eko Sulistianto menyatakan, tahun ini ada dua pengajuan untuk membuka akses jalan baru jalan lingkar, yakni jalan lingkar Bitungsari Kecamatan Ciawi dan Ciherang Pondok. Tetapi, pihak UPT memilih dan berupaya untuk terealisasinya jalan lingkar Ciherang Pondok dan masuk ke dalam skala prioritas dengan berbagai alasan serta pertimbangan. Diprioritaskannya jalan lingkar itu, sambung Eko, banyak faktor, selain sangat di harapkan dan dibutuhkan warga, juga di tahun ini akan ada peningkatan Jalan Ciherang Pondok-Balandongan. Jadi kami memperioritaskan jalan lingkar Ciherang Pondok dibebaskan tahun sekarang dengan panjang sekitar 100 meter dan lebar disesuaikan kemampuan anggaran,” pungkasnya.(MC/Diskominfo Kab.Bogor)