RSUD Cileungsi Terus Optimalkan Pelayanan

Jumat, 25 April 16:06 Seputar OPD
RSUD Cileungsi Terus Optimalkan Pelayanan

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi, Hesty Iswandari, memaparkan RSUD Cileungsi terus meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan. Hal ini untuk mendorong terwujudnya visi Bupati Bogor menjadikan Kabupaten Bogor termaju di Indonesia. Hal tersebut dikatakan Hesty saat rapat koordinasi dengan Wakil Bupati Bogor Nurhayanti, di aula RSUD Cileungsi, Senin (21/4). “Kita terus lakukan optimalisasi mutu dan pelayanan, beberapa diantaranya dengan upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi. Kemudian kita juga melakukan upaya penurunan angka kesakitan, selanjutnya upaya penurunan angka kecatatan. Dan peningkatan mutu pelayanan di berbagai layanan kesehatan”, terangnya.

Sementara untuk peralatan medis di RSUD Cileungsi sudah hampir lengkap. Dan untuk persyaratan dasar Rumah Sakit tipe C kita juga sudah memadai, hanya kompetensinya yang harus ditingkatkan. Namun bukan berarti tidak ada permasalahan yang harus kami hadapi. “Permasalahan yang mempengaruhi angka harapan hidup (AHH) adalah, fisik atau bangunan seperti diperlukan penambahan ruang operasi, penambahan ruang ICU, penambahan hemodialisa dan pembangunan ruang emergensi ponek. Kemudian kekurangan (Sumber Daya Manusia) SDM masih menjadi persoalan, 70 persen pegawai RSUD adalah PTT dan honorer. Menanggapi persoalan tersebut, Wabup Nurhayanti menjelaskan, kunci utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD ini adalah kerjasama dan soliditas teamnya, mulai dari jajaran manajemen hingga ke bawah.

“Mutu dan penyelenggaraan kesehatan, menjadi faktor utama terciptanya pelayanan kesehatan yang baik. Sekarang semua RSUD di Kabupaten Bogor sudah terakreditasi. Tinggal seluruh Puskesmas-nya, ini erat kaitannya dengan visi teremaju di Indonesia. Setiap jajaran manajemen Rumah Sakit diharapkan mau mendengar keluhan-keluhan dari bawah, agar pelayanan Rumah Sakit ini kedepan lebih optimal”, jelas Wabup.

Sementara, lanjut Wabup, masalah kekurangan SDM sudah menjadi persoalan nasional, bukan hanya masalah kita saja. Kita tidak punya wewenang mengangkat PNS, tapi akan terjawab dengan adanya undang-undang tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang didalamnya mengatur PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). jadi kebutuhan SDM bisa disiasati selain dengan PTT juga bisa dengan P3K. Bahkan P3K ini nantinya bisa memegang jabatan fungsional. “Tahun ini kita akan kembali lakukan perekrutan PTT dan di tahun ini juga kita mengajukan kebutuhan pegawai sebanyak 4000 orang ke pusat. Yang utama adalah dengan kondisi saat ini kita harus tetap bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat”, tambah Wabup Nurhayanti.

Akhir kalimat, Nurhayanti mengatakan, rapat koordinasi ini adalah upaya kita untuk terus mengevaluasi kinerja aparat untuk masyarakat, selain itu untuk menjawab permasalahan yang ada baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Visi Bupati Bogor adalah menjadikan Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di Indonesia. Ada 25 indikator untuk mewujudkan visi ini salah satunya adalah di bidang pelayanan kesehatan dan angka harapan hidup masyarakat. Olehkarenanya kita harus senantiasa mengawal agar visi ini terwujud.

Rapat koordinasi di RSUD Cileungsi ini dihadiri juga Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bogor, Camilia W.Sumariana. Rapat diisi tanya jawab jajaran pegawai dan dokter serta manajemen dengan Wakil Bupati Bogor dan Kadinkes.(Rido/Diskominfo Kabupaten Bogor)