Rawan Bencana, BPBD Kabupaten Bogor Adakan Rapat RPBD

Jumat, 25 April 16:05 Seputar OPD
Rawan Bencana, BPBD Kabupaten Bogor Adakan Rapat RPBD

Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah rawan bencana di Jawa Barat maupun di Indonesia, baik itu tanah longsor, gempa bumi, banjir maupun angin puting beliung sudah merupakan hal yang sering dialami warga Kabupaten Bogor. Hal tersebut disampaikan Asisten Kesejahteraan Rakyat Dadang Irfan ketika membuka Rapat Dengar Pendapat RPBD (Rencana Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bogor di Aula BAPPEDA Kabupaten Bogor, Rabu (23/4). “Hampir 23 Kecamatan di Kabupaten Bogor merupakan daerah rawan bencana”, tandasnya.

Melihat kondisi tersebut, lanjut Dadang Irfan, menyambut baik adanya rapat yang digagas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bogor bersama unsur Kecamatan, pengusaha dan masyarakat untuk mengadakan kegiatan ini. “Saya menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada tim serta seluruh partisipan yang pada kesempatan ini berkenaan duduk bersama untuk mengkaji dokumen rencana penanggulangan bencana Kabupaten Bogor”, ujarnya. Ditambahkannya juga, kegiatan ini dituntut untuk mampu menyusun strategi dan master plan penanggulangan bencana yang efektif dan tepat sasaran serta didukung penuh oleh stakeholder pembangunan dan unsur penanggulangan bencana di Kabupaten Bogor. “Bencana susah untuk kita prediksi, tapi kita hanya bisa dengan strategi dan penanggulangannya”, katanya.

Lebih lanjut, Dadang Irfan berharap kegiatan ini dapat menyatukan pandangan dan merumuskan kesepahaman bersama tentang langkah penanggulangan bencana serta menguatkan komitmen semua pihak untuk lebih siap siaga dan lebih peduli terhadap isu bencana dengan tetap mengacu pada paradigma baru penanggulangan bencana dari yang bersifat responsif menjadi preventif. “Kegiatan ini dapat ditindak lanjuti oleh peserta dan membentuk kesatuan gerak langkah yang fungsional berupa formula tepat untuk mempecepat kemajuan dalam penanggulangan bencana”, harapnya.

Sementara itu, Ketua DPC IWAPI Kabupaten Bogor, Ratu Nailamuna yang mewakili pihak pengusaha membeberkan bahwa keadaan rawan bencana alam di Kabupaten Bogor dapat merugikan para kaum perempuan. Hal ini dikarenakan banyak pihak tidak bertanggung jawab memperkeruh suasana dengan memanfaatkan perempuan. “Iwapi tidak ingin terjadi hal tidak diinginkan seperti diberikan iming-iming perkerjaan, sehingga muncul korban Human trafficking yang di jual oleh orang yang memanfaatkan kondisi bencana”, bebernya.

Selanjutnya, Ratu Nailamuna berjanji akan terus mendukung dan ikut serta dalam penanggulangan bencana serta ikut membantu meringankan beban korban. “kedepan kami dari dunia usaha akan terus dan harus terus ikut serta membantu dan soal anggaran akan kami salurkan melalui CSR”, pungkasnya. (Arif/Diskominfo Kabupaten Bogor)