Rapat Paripurna Istimewa Khidmat Simak Pidato Terakhir SBY

Senin, 18 Agustus 09:17 Berita Terkini
Rapat Paripurna Istimewa Khidmat Simak Pidato Terakhir SBY

Release Diskominfo Kabupaten Bogor
15/8/2014
CIBINONG

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor bersama Wakil Bupati Bogor, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan jajaran pemerintah daerah, hari ini menyimak pidato kenegaraan terakhir Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Acara mendengarkan pidato kenegaraan tersebut merupakan bagian dari acara Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bogor, di Gedung Tegar beriman, Cibinong, Jumat (15/8).

Meski tidak seluruhnya anggota dewan hadir pada rapat paripurna istimewa tersebut, acara mendengarkan pidato kenegaraan  Presiden SBY tetap berlangsung khidmat. Dalam pidatonya SBY menyampaikan selama 10 tahun memimpin negara, ia fokus pada tiga hal yakni pembangunan demokrasi, penegakan keadilan dan  peningkatan kesejahteraan rakyat. “Indonesia kini menjadi negara dengan pertumbuhan kelas menengah tercepat di dunia, kemudian menjadi negara demokrasi ketiga terbesar di dunia. Indonesia di abad 21, terus tumbuh menjadi bangsa yang damai makmur dan sejahtera. Sebagai bangsa yang menghargai apa yang dilakukan pendahulunya kita tidak boleh lupa betapa mahalnya harga kemerdekaan. Setelah 69 tahun merdeka saya yakin para pendiri bangsa akan gembira melihat Republik Indonesia saat ini”, kata SBY.

SBY pun menambahkan,  kita bersyukur transformasi demokrasi di Indonesia bisa dilalui dengan damai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menentukan Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai presiden terpilih, tinggal saat ini kita sedang menunggu hasil sidang mahkamah Konstitusi (MK) tentang gugatan hasil pemilu. Yang terpenting adalah kita ingin semua berjalan dengan aman dan damai. Mari kita jaga modal besar ini agar dapat dinikmati generasi penerus.

“Di bidang ekonomi, Indonesia telah menjadi Middle Income Countries ke 16 terbesar dunia. Kita bisa menjaga stabilitas makro ekonomi kita, Indonesia terus mencetak pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi. Hutang negara dalam kondisi yang jauh lebih aman, artinya kita berhasil menurunkan rasio hutang Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) menjadi 23 persen, terendah diantara negara-negara anggota The Group of Twenty (G-20). Indonesia tidak lagi menjadi pasien International Monetary Fund (IMF) yang selalu didikte dalam perekonimiannya. Indonesia justru memberikan pertimbangan dan masukan kepada IMF, ini membuktikan kita telah mandiri. Indonesia sudah menjadi pemain inti dalam perekonomian dunia, Indonesia di abad 21 adalah bagian dari solusi ekonomi dunia”, papar SBY. (Rido/Diskominfo Kabupaten Bogor)