Rapat Korodinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Tahun 2013 Tingkat Kecamatan

Selasa, 3 Juni 09:18 Seputar OPD
Rapat Korodinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Tahun 2013 Tingkat Kecamatan

Rapat koordinasi penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan tahun 2013 tingkat kecamatan resmi dibuka oleh Kepala BKP5K dan Sekretaris KP3K Kabupaten Bogor, Ir. Hj. Siti Farikah, MM. yang bertempat di Aula BP3K VI wilayah Caringin pada Selasa (12/11).

Ibu Siti Farikah, membuka acara sekaligus membahas materi tentangEvaluasi Kelembagaan P4S/P2MKP/SPKP sebagai Pusat Pelatihan Perdesaan dalam Pengembangan Kualitas SDM Pertanian, Perikanan dan Kehutanan di Kabupaten Bogor.

 “Penyelenggaraan rapat koordinasi ini penting dilaksanakan mengingat perlunya aspirasi dari para pelaku utama dan pelaku usaha untuk dirumuskan bersama-sama menjadi naskah kesepakatan tingkat kecamatan serta mencari solusi untuk membenahi permasalahan yang ada” harap Ibu Kepala BKP5K kabupaten Bogor. Dengan demikian, seluruh stake holder dan petani secara bersama-sama bersinergi mewujudkan visi dan misi dari Kabupaten Bogor serta mendukung revitalisasi pertanian di Kabupaten Bogor.

 

Tujuan pembinaan kelembagaan P4S/P2MKP/SPKP ialah meningkatkan kapasitas pengelola dalam menyelenggarakan dan atau melaksanakan pelatihan/permagangan, meningkatkan kualitas pelatihan/permagangan oleh kelembagaan pelatihan perdesaan serta menyediakan acuan dalam menentukan kurikulum yang berstandar pelatihan di perdesaan.

Guna meraih tujuan tersebut, tambah Ibu Siti Farikah, penting untuk merekapitulasi data, memotret kondisi dan kegiatan yang dilaksanakan P4S/P2MKP/SPKP serta mengangkat permasalahan dan kondisi kelembagaan pelatihan di setiap kecamatan.

Permasalahan yang ada adalah belum semua kelembagaan pelatihan di kabupaten memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Di samping itu, dalam kaitannya dalam pengembangan usaha dan jejaring kerja, kelembagaan organisasi di tingkat desa belum optimal fungsinya dan belum memiliki jejaring usaha yang berkaitan dengan pelatihan.

 

 

Upaya yang dilakukan untuk menunjang P4S, P2MKP dan SPMKP dipaparkan sebagai berikut :

  •        Dialokasikannya anggaran pelatihan bagi pengurus 1 tahun 2 kali
  •         Penguatan fungsi kelembagaan P4S/P2MKP/SPKP melalui BP3K/penyuluh di wilayah binaan
  •         Menganggarkan penambahan sarana penunjang untuk kelancaran pelatihan bagi P4S/P2MKP/SPKP yang sudah menjalankan fungsinya secara swadaya
  •         Pembinaan dalam teknis penyusunan kurikulum pelatihan dan program kerja
  •         Penataan kepengurusan organisasi
  •         Monitoring dan evaluasi kegiatan yang dilaksanakan kelembagaan di perdesaan yang dilakukan secara berjenjang menurut kelas kemampuan kelembagaan tersebut
  •         Pelaksanaan apresiasi seluruh P4S/P2MKP/SPKP sebagai evaluasi kegiatan/tahun

Sementara itu Drh. Djajadi Gunawan, M,PH selaku Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara yang memaparkan tentang Pemberdayaan dan penguatan Fungsi P4S (Pusat Pelatihan Petani Perdesaan Swadaya) menyampaikan bahwa P4S sebagai kelembagaan desa kelompok tani mempunyai potensi besar dan strategis dalam mempercepat pemberdayaan Petani dan pengembangan usaha agribisnis melalui inovasi teknologi pertanian, perikanan dan kehutanan.

“Komitmen pengelola P4S dibutuhkan dan dituntut untuk kemandirian dalam mengembangkan usahanya menuju masyarakat petani yang tangguh dan sejahtera. Peran pemerintah sangat terbatas sebagai stimulan dalam pengembangan usaha tetapi perlu adanya sinergitas antara instansi terkait dalam pengembangan fungsi kelembagaan P4S/P2MKP/SPKP di Kabupaten Bogor dan kreativitas pendamping/pembina di lapangan” tambah Bapak Djajadi Gunawan.

Adapun jumlah P4S/P2MKP/SPKP di Kabupaten Bogor tahun 2013 adalah :

·           24 P4S

·           24 P2MKP

·           4 SPKP