PNPM Tenjolaya Bagikan Buku Nikah dan Akte Kelahiran Gratis

Jumat, 11 Juli 10:34 Berita Kecamatan
PNPM Tenjolaya Bagikan Buku Nikah dan Akte Kelahiran Gratis

Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Pedesaan Kecamatan Tenjolaya, bagikan masyarakat buku nikah serta Akte kelahiran geratis. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penyaluran dana social untuk membantu pemerintah memenuhi hak dasar masyarakat yang diselenggarakan di kantor UPK PNPM Mandiri Pedesaan Tenjolaya, Desa Tapos II (20/6).

Menurut Ketua UPK Kecamatan Tenjolaya, Firmasnyah, ini adalah wuujud dukungan terhadap pemerintah Kabupaten Bogor yang dilakukan unit pengelola kegiatan UPK kecamatan Tenjolaya dalam pemenuhan hak dasar masyarakat. Kegiatan ini bekerjasama dengan Pemkab Bogor, Pengadilan Agama Cibinong dan Kementrian Agama Kabupaten Bogor. Kegiatan Penyaluran Dana Sosial ini dalam bentuk pemberian buku nikah dan pemberian akta kelahiran bagi masyarakat di Kecmatan Tenjolaya serta program isbat nikah. “Dari unit kegiatan Jasa pinjaman yang kita miliki, surplusnya ini bisa kita salurkan untuk kegiatan sosial. Tidak semua PNPM di setiap kecamatan mendapatkan surplus, surplus didapatkan jika kegiatan simpan pijam perempuan di masing-masing UPK berjalan dengan baik dan berjalan sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat”, terang Firmansyah.

Selain itu, UPK Tenjolaya juga adalah UPK dengan rangking pertama diantara 24 UPK se-Kabupaten Bogor kategori pengembalian dana simpan pinjam perempuan. Sampai saat ini tingkat pengembalian dana simpan pinjam tersebut mencapai 99 persen. Hal ini menunjukan keberhasilan dalam mengelola kegiatan simpan pinjam perempuan dan tingkat kesadaran tinggi masyarakat sebagai anggotanya, sehingga bisa menghasilkan surplus. Akhirnya, kita bisa melakukan sidang isbat nikah untuk 96 pasang warga, bagikan 132 buku nikah dan 637 akte kelahiran kepada masyarakat secara geratis.

Kemudian, Fasilitator Kabupaten PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Tenjolaya, Ade Masrudi memaparkan, kegiatan hari ini adalah langkah positif UPK dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Di 24 kecamatan se-Kabupaten Bogor yang ada PNPM Mandiri, tidak semuanya bisa memiliki surplus dari kegiatan simpan pinjam perempuan, hanya delapan saja yang sudah ber-surplus.

“UPK Tenjolaya rangking satu karena tingkat pengembalian simpan pinjamnya sebesar 99 persen. Di PNPM tidak ada pinjaman untuk laki-laki yang ada hanya simpan pinjam perempuan. Karena berdasarkan penelitian, tingkat kesadaran bayar hutang lebih tinggi perempuan daripada laki-laki. Hal lain membuktikan dengan adanya tiingkat pengembalian yang tinggi, berarti roda perekonomian masyarakat berputar dengan baik. Hingga kini jumlah pinjaman satu orang saja hampir lima juta rupiah per orang. Olehkarenanya, siapapun presidennya nanti kami berharap program PNPM bisa dilanjutkan malah harus lebih ditingkatkan”, tandasnya.

Selanjutnya, Camat Tenjolaya, Agus Lidwan mengatakan, kami berterima kasih kepada pelaku PNPM dan masyarakat karena bisa setiap tahun melaksanakan kegiatan serupa di Kecamatan Tenjolaya. Tanpa ada dukungan dari PNPM terutama dari kegiatan simpan pinjam perempuan, kegiatan sosial ini tidak akan bisa berjalan.

“Kegiatan sengaja tidak dilaksanakan di kantor kecamatan melainkan di kantor UPK Tenjolaya agar masyarakat tau UPK PNPM Tenjolaya sudah mampu memiliki kantor sendiri. Kemudian, akte kelahiran dan buku nikah adalah hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi, maka kegiatan ini pun dalam rangka membantu Pemkab Bogor dalam memenuhi hak dasar masyarakatnya”, papar Agus.(Rido/Diskominfo Kabupaten Bogor)