PKK Kecamatan Se Kabupaten Bogor di Guyur Informasi Tentang Trafficking

Jumat, 22 Agustus 08:24 Berita Terkini
PKK Kecamatan Se Kabupaten Bogor di Guyur Informasi Tentang Trafficking

Release Diskominfo Kabupaten Bogor
21 Agustus 2014
Cibinong

Maraknya kasus perdagangan manusia atau yang lebih dikenal dengan trafficking menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor. Melalui kegiatan “Sosialisasi Trafficking bagi tim Penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) kecamatan se Kabupaten Bogor tahun 2014” Pemkab Bogor berharap PKK ikut aktif dalam pencegahan. Hal tersebut diungkapkan Asisten Kesejahteraan Rakyat Dadang Irfan di Serbaguna I, Gedung SETDA, Kamis (21/8).

“Perlu adanya tindakan aktif dalam pencegahan yang berjenjang baik tingkat Kabupaten hingga tingkat kecamatan dan desa sehingga upaya dan proses pencegahan dan penanganan korban dapat dilaksanakan secara lebih komprehensif, terpadu, efektif dan efisien”, jelas Dadang Irfan didepan tim Penggerak PKK. Dikatakannya, upaya termaksud sangat penting dan strategis, karena trafficking akan menghambat upaya kita bersama untuk mewujudkan visi Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di Indonesia. “Kita semua tahu bahwa trafficking tidak terlepas dari kemiskinan, oleh karena itu untuk mewujudkan visi Kabupaten Bogor, sisi ekonomi pun patut kita perhatikan”, tandasnya.

Tak lupa, Dadang Irfan pun mengingatkan agar peserta sosialisasi ini dapat memberikan gambaran nyata bagaimana kita memberantas perdagangan manusia di bumi Tegar Beriman ini. “Peserta dapat mencermati setiap materi yang disampaikan oleh naraumber dan sebagai bahan lebih lanjut untuk memberikan dukungan bagi terciptanya lingkungan yang kondusif dan bebas dari ancaman trafficking, khususnya di kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor”, pintanya.

Hal senada pun di ungkapkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor, Elly Halimah Rachmat Yasin bahwa perlu adanya kewaspadaan terhadap berbagai bentuk perdagangan orang di Kabupaten Bogor. “Perlu adanya kewaspadaan dini terhadap segala tindak perdagangan orang”, pungkasnya. Menurutnya, hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan pemahaman dan kemampuan komprehensif untuk mengantisipasi gejala yang mengarah kepada praktek perdagangan orang. “Kita wajib berhati-hati dan waspada terhadap modus yang berkembang, baik itu dari yang menawari pekerjaan pembantu rumah tangga, pelayan restoran bahkan hingga  perkawinan ilegal”, ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Elly Halimah, Guna mendukung setiap program Pemkab Bogor dalam melakukan kewaspadaan dini terhadap tindak pidana perdagangan orang, tim penggerak PKK Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bogor menyelenggarakan kegiatan ini agar meningkatkan wawasan, kesadaran dan efektivitas pelaksanaan tindak pidana perdagangan orang bagi ketua tim penggerak PKK Kecamatan dan ketua POKJA I Kecamatan se Kabupaten Bogor. (Arif/Diskominfo Kabupaten Bogor)