Peringati Hari Gizi Persagi Bogor Jemput Bola Berikan Pelayanan Konseling Gizi dan Cek Kesehatan Gratis kepada Masyarakat

Minggu, 26 Januari 21:13 Berita Terkini
Peringati Hari Gizi Persagi Bogor Jemput Bola Berikan Pelayanan Konseling Gizi dan Cek Kesehatan Gratis kepada Masyarakat

Release Diskominfo Kabupaten Bogor MINGGU, 26 Januari 2020 

BOGOR- Para Ahli gizi Kabupaten dan Kota Bogor yang tergabung dalam Persatuan Gizi (Persagi) DPC Bogor. Lakukan kolaborasi jemput bola lakukan konseling gizi dan pemeriksaan gizi serta kesehatan gratis kepada masyarakat. Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional Ke-60, minggu (26/1). Juga untuk menurunkan angka gizi buruk dan kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM).

Ketua Persagi Bogor, Agus Triwinarto menjelaskan, rangkaian kegiatan peringatan Hari Gizi Nasional Ke-60 mulai dari cek gizi, cek kesehatan seperti gula darah, tekanan darah. Konseling gizi Rangkaian kegiatan yang dilakukan cek gizi dan kesehatan gula darah, tekanan darah,  konseling gizi bersama beberapa ahli gizi secara gratis.


"Melalui kegiatan ini kami ingin mengedukasi generasi milenial agar peduli dan sadar pentingnya gizi seimbang untuk mencegah terjadinya Penyakit Tidak Menular (PTM) dan stunting. Sesuai tema tahun ini yakni gizi optimal untuk generasi milenial. Milenial disini tidak hanya anak remaja, tetapi usia 19 hingga 40 tahun, tegasnya.


Menurut Agus, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga gizi seimbang dan optimal. Jemput bola menjadi cara efektif yang tepat sasaran salah satunya diruang" publik bahkan pusat perbelanjaan. 

"Alhamdulilah antusias masyarakat sangat tinggi, baik yang melakukan cek gizi dan kesehatan maupun yang mengikuti konseling gizi. Ini semua kami berikan secara gratis tanpa pungutan biaya. Ini upaya kami persagi Bogor untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten dan Kota Bogor  melalui perbaikan gizi yang seimbang," imbuhnya.


Ditempat yang sama, Ahli Gizi Persagi Bogor,  Rika Rachmawati mengatakan, saat ini terjadi penurunan konsumsi buah dan sayur terutama para generasi milenial. Makanan cepat saji cenderung mendominasi para kaum milenial. Ketidak seimbangan asupan gizi, hal itu menjadi pemicu timbulkan berbagai Penyakit Tidak Menular (PTM). Seperti, jantung, hipertensi, obesitas, dan diabetes.

"Tiga masalah gizi yang saat ini menjadi penanganan serius pemerintah hampir semua negara dunia. Yakni Gizi Buruk, KEK dan obesitas. Dengan menggandeng generasi millenial diharapkan mampu mendorong meningkatkan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat melalu gizi seimbang. Kami memilih kalangan millenial, selain paham informasi mereka sangat aktif dan menguasai teknologi informatika," bebernya.

Sementara itu, Penyuluh kesehatan masyarakat sekaligus ahli gizi, Kementarian Kesehatan RI, Adhi Farmawan Tato mengungkan, penderita kurang gizi atau gizi tidak baik memiliki resiko empat kali lebih besar terjangkit PTM seperti jantung, obesitas, darah tinggi bahkan kanker.

"Konsumsi buah dan sayur, pantau berat badan, lakukan aktifitas fisik. Perhatikan diet seimbang hingga aktivitas sehat. Menjadi langkah paling efektif mencegah kita dari berbagai PTM. Melalui kegiatan ini besar harapan kami, selain mengedukasi juga mampu meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pentingnya menjaga gizi seimbang untuk kesehatan," tukasnya. (Dewi/Diskominfo Kabupaten Bogor)