Peningkatan Mutu dan Ketahanan Pangan

Selasa, 3 Juni 09:13 Seputar OPD
Peningkatan Mutu dan Ketahanan Pangan
Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi setiap hari. Makanan yang dikonsumsi harus dapat memenuhi zat gizi bagi tubuh, tidak menimbulkan penyakit, dan memenuhi selera. Kebutuhan memenuhi selera dapat terpenuhi saat mengonsumsi makanan yang dijual oleh pedagang kaki lima, tetapi segi keamanannya belum tentu terpenuhi. Keamanan makanan atau food safety  adalah kondisi dan upaya untuk mencegah makanan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan manusia.
Keamanan makanan kini menjadi semakin penting bagi masyarakat karena merupakan salah satu hal yang dijadikan pertimbangan dalam memilih makanan. Perlunya perhatian tentang keamanan keamanan makanan karena makanan merupakan media yang baik bagi bakteri penyebab keracunan makanan. Menurut UU RI No. 7 Tahun 1996 tentang pangan, yag dimaksud dengan keamanan pangan adalah suatu kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah makanan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia.
Agar kita dapat memilih makanan yang aman, perlu diketahui hal-hal yang merupakan sumber dan penyebab ketidakamanan makanan. Sumber ketidakamanan makanan berasal dari :
1.Bahan makanan 
2.Kontaminasi mikroba dan toksin yang dihasilkan
3.Kandungan gizi 
4.Cemaran lingkungan
5.Bahan tambahan makanan
 
Jenis bahan tambahan makanan yang biasa digunakan dalam makanan jajanan antara lain ;     
a. Pengawet
b. Pemanis buatan                                                                   
c. Pewarna                                                                            
d. Penyedap rasa dan aroma dari penguat rasa
 
Tambahan makanan yang berlebihan terutama bahan tambahan makanan sintesik dapat membahayakan kesehatan tubuh diantaranya  :                                                 
A.Formalin
Formalin merupakan bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Kandungan formalin yang tinggi dalam tubuh, akan bereaksi secara kimia dengan hampir semua zat di dalam sel sehingga menekan fungsi sel dan menyebabkan kematian sel yang menyebabkan keracunan pada tubuh. Tingginya kandungan formalin dalam tubuh juga menyebabkan iritasi lambung, alergi, bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker), dan bersifat mutagen (menyebabkan perubahan fungsi sel/jaringan). Orang yang mengonsumsinya dapat muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah, dan meninggal disebabkan oleh adanya kegagalan peredaran darah. Formalin bila menguap di udara, berubah menjadi gas yang tidak berwarna dengan bau yang tajam menyesakkan sehingga merangsang hidung, tenggorokan, dan mata.
 
B. Boraks 
Boraks berfungsi sebagai pengempal yang mengandung logam berat Boron. Boraks merupakan bahan untuk membuat deterjen. Pada dosis cukup tinggi, boraks dalam tubuh akan menyebakan timbulnya gejala pusing-pusing, muntah mencret, dan kram perut. Bagi anak kecil dan bayi, bila dosis dalam tubuhnya mencapai 5 gram atau lebih, dapat menyebabkan kematian. Pada orang dewasa, kematian akan terjadi jika dosisnya telah mencapai 10-20 g atau lebih. 
 
C. Pewarna makanan 
Banyak pedagang menggunakan pewarna makanan dengan bahan tambahan rhodamin-B dan metanil yellow yang sebenarnya merupakan bahan kimia teknis untuk pewarna tekstil. Bahan-bahan ini dapat terakumulasi pada tubuh manusia dan bersifat karsinogenik yang dalam jangka panjang menyebabkan penyakit kanker dan tumor pada organ tubuh manusia. Pengaruh jangka pendek penggunaan bahan tambahan makanan ini menimbulkan gelaja-gejala yang sangat umum seperti pusing dan mual. Alternatif lain untuk menggantikan penggunaan pewarna sintetik adalah dengan menggunakan pewarna alami seperti ekstrak daun pandan atau daun suji, kunyit, dan ekstrak buah-buahan yang pada umumnya lebih aman. 
 
D. MSG 
MSG sebagai “penyedap makanan” berakibat merusak otak anak-anak. Dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, efek buruk MSG dapat mempengaruhi sistem saraf anak. Mereka akan mengalami kesulitan secara emosional dan memiliki kemampuan belajar yang jelek. Bahan kimia ini bisa merusak bagian otak paling kritis yang berperan dalam mengendalikan hormon secara permanen sehingga pada saat anak tersebut menginjak usia dewasa terjadi gangguan kelenjar endokrin. Penguat rasa ini mempunyai batas maksimum penggunaan yang aman untuk orang dewasa yaitu 1,8-3,0 gram/hari dan anak-anak di bawah usia 5 tahun 0,18-0,20 gram/hari. Akibat yang ditimbulkan karena mengonsumsi MSG antara lain dapat menembus plasenta pada saat kehamilan, menembus jaringan penyaring antara darah otak, dan menyusup ke lima organ circumventricular. Pelindung darah otak yang terkontaminasi dapat mengakibatkan kelainan hati, trauma, hipertensi, stress, demam tinggi, dan proses penuaan. MSG juga memicu reaksi gatal, bintik merah di kulit, mual dan muntah, sakit kepala, migren, asma, gangguan hati, ketidakmampuan belajar, dan depresi.
 
E. Timah (Pb)
Jajanan yang dijual di pinggir jalan kemungkinan besar tercemar timah (Pb). Pb ini dapat mengakibatkan idiot, infertilitas, keguguran, kelumpuhan, gangguan gastrointestinal (kram perut, sembelit, mual, muntah-muntah), encephalophaty (sakit kepala, bingung, pikiran kacau, sering pingsan, dan koma), gagal ginjal, kaku, kelemahan, tidak ingin bermain, peka terhadap rangsangan, sulit berbicara. 
 
F. Sukrosa 
Pemakaian sukrosa yang ekstrem seperti 200 gr/hari atau sekitar 30 persen dari kecukupan energi sehari akan memicu peningkatan kadar kolestrol dan gula dalam darah. Efek negatif lainnya adalah memicu kerusakan gigi dan obesitas. Gula yang tersisa di gigi menjadi media yang baik bagi pertumbuhan mikroba di mulut. Keadaan ini bisa menyebabkan karies gigi.