Penganekaragaman Konsumsi Pangan

Selasa, 3 Juni 09:15 Seputar OPD
Penganekaragaman Konsumsi Pangan
Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) dengan konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) adalah suatu kegiatan untuk mempercepat informasi tentang pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman guna memenuhi kebutuhan gizi untuk hidup sehat, aktif, dan produktif.
Lahan pekarangan umumnya telah dimanfaatkan di setiap rumah tangga, namun masih belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini karena pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok masih perlu pembinaan. Selain hal tersebut juga luas lahan pekarangan pada umumnya masih sempit.
Oleh sebab itu dengan adanya program P2KP melalui kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan yang dialokasikan di kelompok wanita tani kiranya dapat mempercepat laju informasi agar anggota kelompok menjadi tahu, mau dan diharapkan dapat melaksanakan pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Adapun secara umum tujuan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan adalah memfasilitasi dan mendorong anggota Kelompok Wanita Tani, untuk mengonsumsi pangan yang bergizi, berimbang, dan seimbang dan aman dengan hasil dari optimalisasi pemanfaatan pekarangan.
Sebelum program P2KP masuk ke Desa Babakan sebagian anggota KWT sudah memanfaatkan pekarangan rumah meskipun lahannya terbilang sangat sempit. Program P2KP yang masuk di Desa Babakan dapat mengembalikan kepercayaan diri serta optimisme anggota KWT untuk melakukan budidaya tanaman melalui pemanfaatan pekarangan meskipun lahan pekarangan yang dimiliki sangat minim atau bahkan tidak ada sama sekali karena saat ini telah ada inovasi teknologi untuk terus memanfaatkan pekarangan melalui veltikultur atau vertical garden.
Melalui demplot, anggota dapat belajar mulai dari persemaian, transplanting bibit, pemeliharaan tanaman, pemamenan hingga produksi benih. Semua dilakukan secara bersama-sama antara anggota dengan pendamping P2KP. Demplot juga memberikan masukan kepada kas kelompok melalui hasil panen. Hasil panen dikembalikan ke kas kelompok untuk selanjutnya digunakan kembali agar kebun bibit, demplot, pekarangan anggota ataupun kegiatan lainnya yang menyangkut P2KP dapat terus lestari.
Sebagai praktek awal, kelompok mengembangkan menu B2SA yang bahannya sebagian diperoleh dari demplot seperti sayur-sayuran. Sayuran ini selanjutnya diolah menjadi B2SA berupa nugget tahu sayuran. Untuk sumber karbohidrat, kelompok telah mempraktekkan sumber pangan lokal yaitu singkong dengan mengolahnya menjadi bolu singkong pelangi. Implementasi dari pengembangan menu B2SA sudah dilakukan oleh sebagian anggota dengan menyajikannya dalam menu sehari-hari atau dijual ke lingkungan sekitar sebagai tambahan pemasukan. Pengembangan menu B2SA  ini dilakukan secara kontinu sesuai kesepakatan.