Optimalkan Penanganan Covid-19 Bupati Bogor Lakukan Rakortas Perencanaan Anggaran Penanganan Covid-19 Tahun 2021

Senin, 11 Januari 18:54 Berita Terkini
Optimalkan Penanganan Covid-19 Bupati Bogor Lakukan Rakortas Perencanaan Anggaran Penanganan Covid-19 Tahun 2021
Release Diskominfo Kabupaten Bogor
Senin, 11 Januari 2021

CIBINONG - Untuk mengoptimalkan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Ade Yasin, lakukan Rakor Terbatas (Rakortas) terkait Perencanaan Anggaran Penanganan Covid-19 Tahun 2021 di Ruang Rapat Bupati, Senin (11/1). 



Bupati Bogor, Ade Yasin menjelaskan Rakortas dilakukan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 01 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Selain itu berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Penanganan Covid DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Banten, dan Bali pada hari Jumat, 8 Januari 2021. Artinya harus ada pengetatan kembali, yang akan beresiko pada kebutuhan anggaran dan kondisi keuangan penanganan lebih lanjut.

“Target  penanganan covid di tahun 2021 adalah bagaimana menurunkan kasus harian, penurunan angka kematian dan peningkatan recovery rate. Minggu ini puncaknya, 100 kasus per hari di Kabupaten Bogor. Ketersediaan ruang isolasi ini hal yang sangat penting, tidak boleh adanya penolakan pasien masuk rumah sakit. Oleh karena itu, persiapkan penanganan dan anggaran sebaik-baiknya,” tegasnya.

Ade mengatakan, kesiapan penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor tahun 2021 dengan cara mematangkan perencanaan penanganan Covid-19. Mulai dari ketersediaan ruang isolasi dengan menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2021 sebesar 28 milyar. Program Satu Milyar Satu Desa (SAMISADE) sebagai pendekatan pemulihan ekonomi karena kegiatannya berbasis padat karya, karena prediksi pandemi covid-19 masih akan terus berlangsung sampai vaksin sudah betul-betul hadir dipergunakan dan menjadi solusi penyelesaian pandemi ini.

Selain itu Ade Yasin menegaskan agar RS Cibogo difungsikan, Rumah Isolasi Kemang diperpanjang, juga BLUD RSUD di Kabupaten Bogor agar dikaji lagi pengadaan obat dan penanganan kesehatan, “Jangan semua anggarannya dari APBD, BLUD juga punya uang beli sendiri,” pungkasnya. (Dewi Julianur/Andi/Diskominfo Kabupaten Bogor)