Kegiatan Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP)

Selasa, 3 Juni 09:08 Seputar OPD
Kegiatan Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP)
Memperhatikan program Penanganan Daerah Rawan Pangan ( PDRP ) Kabupaten Bogor dalam Penanganan Pasca Bencana dan masa tanggap darurat, maka diperlukan penanganan lebih lanjut sebagai dampak bencana melalui pendekatan PDRP. Oleh karena itu, terhadap jumlah 229 KK ( 897 Jiwa ) di Kecamatan Suka Jaya dan 95 KK
Keadaan Darurat Pangan (Rawan Pangan Transien Berat) adalah keadaan kritis, tidak menentu yang mengancam situasi pangan masyarakat yang memerlukan tindakan serba cepat dan tepat diluar prosedur biasa.Keadaan darurat terjadi karena peristiwa bencana alam, paceklik yang hebat, dan sebagainya yang terjadi diluar kemampuan manusia untuk mencegah atau menghindarinya meskipun dapat diperkirakan (PP 68 tahun 2002).
Mencermati kondisi gempat di Kabupaten Bogor, maka Kabupaten Bogor mengharapkan adanya Intervensi, yaitu tindakan yang dilakukan oleh pemerintah bersama-sama masyarakat dalam menanggulangi rawan pangan akibat terjadinya bencana gempa bumi dengan mengatasi masyarakat yang mengalami rawan pangan sesuai dengan kebutuhannya secara tepat dan cepat.
Pangan dimaksud adalah untuk mengantisipasi dampak terjadinya bencana terhadap timbulnya masalah kesulitan dalam mendapatkan pangan (akses) atau rawan pangan secara komprehensif. Mempertimbangkan skala kerusakan yang terjadi cukup besar dan berdampak besar terhadap kelompok masyarakat yang terkena bencana. Tempat terdampak tersebut diantaranya rumah tinggal dan biaya akses pangan. 
Atas hal tersebut, dalam upaya penanganan dampak bencana alam di Kabupaten Bogor diusulkan melalui pengadaan bahan pangan dari Bantuan Sosial (Bansos) PDRP dari dana Dekonsentrasi program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor Tahun 2013 pada Badan Ketahanan Pangan Dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Bogor.
Tujuan dan Sasaran 
a. Tujuan: Tujuan Penanganan Daerah Rawan Pangan untuk: (1) mengantisipasi terjadinya rawan pangan lebih parah; (2) menanggulangi kejadian rawan pangan transien akibat terjadinya gempa bumi. 
b.Sasaran: Sasaran Penanganan Daerah Rawan Pangan adalah terantisipasinya kejadian rawan pangan secara dini, serta tertanggulanginya kejadian rawan pangan transien di lokasi bencana gempa bumi, yaitu Kecamatan Pamijahan yang tersebar di dua desa (desa Cibunian dan Desa Purwabakti).
Dukungan pembiayaan terhadap pelaksanaan program PDRP tahun 2013 di Kabupaten Bogor sesuai DIPA Pada Badan Ketahanan Pangan dan  Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan,  dan Kehutanan tahun 2013. 
Intervensi  yang ditetapkan dapat berupa intervensi dalam jangka pendek, menengah, atau panjang. Bekerjanya mekanisme tersebut,  diharapkan  dapat  mencapai  sasaran  yang diinginkan  yaitu terantisipasinya kejadian  rawan  pangan  secara dini  dan tertanggulanginya kejadian  rawan  pangan  kronis  maupun  transien.  Tertanganinya setiap kejadian  rawan  pangan  akan  memberikan  dampak terhadap perwujudan ketahanan pangan.
Peran pemerintah bersama masyarakat sangat diperlukan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kerawanan pangan dan gizi. Pemerintah dalam upaya mencegah kejadian rawan pangan dan gizi melakukan langkah-langkah berikut:
a.Sasaran kegiatan sesuai dengan hasil investigasi adalah berjumlah 324 KK, (1.300 jiwa)
b.Pengadaan barang dilakukan oleh pihak ketiga yang memenuhi persyaratan teknis/administrasi.
c.Barang yang akan diadakan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sesuai hasil investigasi, dapat berupa pangan dan atau non pangan. 
d.Segera didistribusikan secara langsung kepada  sasaran penerima disertai bukti Berita Acara Serah Terima. (terlampir)
Dukungan pembiayaan terhadap pelaksanaan program PDRP tahun 2013 di Kabupaten Bogor  sesuai kewenangan dialokasikan pada Badan Ketahanan Pangan Dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Bogor.
Kegiatan Penanganan Derah Rawan Pangan (PDRP) pada tahun Anggaran 2013 ditunjang dengan anggaran sebesar Rp 263.545.000,- sesuai dengan DIPA,dan sesuai dengan sasaran dari 324 KK atau sejumlah 1.300 jiwa telah terealisasi menerima barang 1.300 paket  ( realisasi 100 % ).