Kabupaten Bogor Jadi Tuan Rumah Pertemuan Master Trainers Se-Indonesia

Kamis, 5 Desember 03:46 Berita Terkini
Kabupaten Bogor Jadi Tuan Rumah Pertemuan Master Trainers Se-Indonesia

RELEASE DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR

Babakan Madang - Kabupaten Bogor jadi tuan rumah pertemuan para Master Trainers (MT) se-Indonesia. Para MT ini berkumpul untuk meningkatkan kapasitasnya untuk melatih para petani kopi dalam membudidayakan tanaman kopi. Kegiatan dilaksanakan di Pavo Resort Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas  Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor Siti Nurianty menjelaskan, kami sangat mengapresiasi kesempatan untuk menjadi tuan rumah kegiatan MT National Meeting 2019. Sebagai mitra kerja SCOPI, kami berharap kerjasama ini dapat terus kita tingkatkan. Kami juga berharap agar kelak Kabupaten Bogor memiliki MT seperti kabupaten –kabupaten lainnya.

"Saat ini Kabupaten Bogor belum memiliki MT hanya ada trainers, tapi insyaallah tahun depan kita akan melatih para trainers kita menjadi Master Trainers (MT) yang masing-masing mewakili 40 kecamatan. Mereka nantinya bukan cuma meningkatkan kualitas kopi tapi jadi penghubung petani kopi dengan pasar. Master Trainers nantinya diberikan materi-materi untuk nantinya bisa melatih para petani kopi di Kabupaten Bogor," terang Siti.

Selanjutnya, perwakilan Kementrian Pertanian Republik Indonesia Eka Haris Suparman mengatakan, kita berupaya bagaimana  mengembangkan strategi metodelogi untuk meningktakan kualitas dan kompetensi para master trainers ini.

"Harus ada transformasi yang cepat, para MT harus dapat cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Karena jika MT nya hebat maka petaninya akan kuat," tandasnya.

Sementara itu Eksekutif Direktur Sustainable Coffee Platform Of Indonesia (SCOPI) Veronica Herlina mengatakan, untuk mencapai tujuan MT yang berkualitas, maka standarisasi dan peningkatan kualitas MT secara berkelanjutan sangat diperlukan, agar seluruh MT mampu mendiseminasikan pengetahuan kepada para petani kopi.

“Kami berharap para petani mampu mengaplikasikan hasil pelatihan yang didapat selama ini dengan baik dan benar serta terukur. Untuk itu, kami juga berharap agar program MT dapat semakin ditingkatkan. Tentunya hal ini membutuhkan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) melalui kegiatan Master Trainers (MT) National Meeting 2019 berupaya untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan para MT tentang Budidaya Kopi Berkelanjutan (GAP), Penanganan Pasca Panen serta pengetahuan lainnya yang akan dibutuhkan dalam melakukan pendampingan kepada para petani kopi.

Berbagai materi dan pembelajaran seperti kelas literasi keuangan, penguatan organisasi petani, serta perhitungan produktivitas kopi yang optimal dan mentoring, disajikan dalam kegiatan MT National Meeting 2019 yang diadakan di Pavo Resort, Bogor, pada tanggal 5-7 Desember 2019. Selain itu, para peserta juga akan melakukan pembahasan Rencana Tindak Lanjut untuk program tahun 2020 serta kegiatan praktik lapangan di kebun kopi percontohan di Kampung Catang Malang, Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Kegiatan MT National Meeting 2019 dihadiri oleh 85 MT dari 13 provinsi, yakni Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali,NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Papua. Para MT ini adalah PPL dari pemerintah daerah, agronomis dari perusahaan dan NGO, universitas, serta organisasi petani.

Sebagai wujud implementasi dari Kurikulum Nasional Kopi Berkelanjutan Robusta (NSC?R) yang telah diluncurkan SCOPI pada tahun 2016 dan Kurikulum Nasional Kopi Berkelanjutan Arabika (NSC-A) yang diluncurkan pada tahun 2017, telah dilakukan program Training of Trainers (ToT) untuk para MT Kopi Robusta dan Arabika. Pada pertengahan tahun 2019, juga telah dilakukan review (NSC) Robusta dan Arabika, yang dilanjutkan dengan penerbitan buku baru versi tahun 2019 sekaligus pembuatan buku saku “Manajemen Pelatihan” yang kesemuanya ini akan diluncurkan pada hari ini.

Hingga saat ini, SCOPI telah mencetak sejumlah 190 MT yang terdiri dari 147 laki-laki dan 37 perempuan yang tersebar di 15 provinsi daerah penghasil Kopi Robusta dan Arabika. Terdapat sejumlah 84.961 petani yang telah mendapatkan pelatihan melalui para MT pada bulan Januari s.d. November 2019, di mana 30% di antaranya merupakan perempuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 79.377 merupakan petani Kopi Robusta, dan 5.584 merupakan petani Kopi Arabika. Hingga tahun 2021, SCOPI akan berfoukus melibatkan sebanyak 25.000 petani dalam program monitoring dan evaluasi guna mengukur efektivitas dan keberhasilan program pendampingan oleh para MT.(Rido/Diskominfo Kabupaten Bogor)