Isu Gender Jadi Basis Pembangunan

Rabu, 27 Agustus 07:56 Berita Terkini
Isu Gender Jadi Basis Pembangunan

Release Diskominfo Kabupaten Bogor
25/8/2014
MEGAMENDUNG

Dewasa ini isu gender dianggap sebagai basis pembangunan baik di tingkat pusat hingga ke tingkat daerah. Salah satunya adalah Perencanaan Dan Penganggaran Responsif Gender di Kabupaten Bogor. Olehkarenanya, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) sebagai leading sektor, mengadakan pelatihan teknis perencanaan dan penganggaran responsif gender, di Hotel Purnama, desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Senin (25/8).

Mewakili Wakil Bupati Bogor, Asisten Administrasi Pemerintah Kabupaten Bogor, Benny Deliyuzar, menjelaskan, Perencanaan dan penganggaran merupakan basis utama pembangunan daerah yang apabila tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku akan dimaknai sebagai kekeliruan yang mungkin berimplikasi hukum.  "Penyusunan perencanaan dan penganggaran yang responsif gender merupakan kebutuhan nasional yang sangat strategis, seiring dengan tujuan terciptanya pemberdayaan komunitas berbasis gender dalam setiap aspek pemerintahan dan pembangunan daerah.

Ia menambahkan, di tingkat implementasi pengarusutamaan gender dan pengembangan tata pemerintahan tanggap gender akan mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari seluruh stakeholder, baik pada tataran sistem, kelembagaan, maupun sumberdaya manusia dalam rangka akselerasi pencapaian terwujudnya visi Kabupaten Bogor sebagai kabupaten termaju di Indonesia.

“Kegiatan pelatihan teknis perencanaan dan penganggaran responsif gender ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata pemerintah tanggap gender. Program pengarusutamaan gender sangat kompleks olehkarenanya memerlukan analisis mendalam dan kerja keras. Guna mendukung tujan tersebut perlu dukungan anggaran, maka penyelenggaran kegiatan ini memiliki arti penting terutama dalam membangun persamaan persepsi dalam membuat perncanaan dan penganggaran”, tambah Benny.

Pelatihan teknis tersebut diikuti 50 orang peserta yang berasal dari seluruh Orgnisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Materi pelatihan diberikan langsung oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia serta Pusat Kajian Gender dan Anak Institut Pertanian Bogor (IPB).(Rido/Diskominfo Kabupaten Bogor)