Bupati Bogor Jabarkan Strategi Pemulihan Ekonomi Pada Podcast FGD Pemulihan Ekonomi Daerah

Selasa, 7 September 18:18 Berita Terkini
Bupati Bogor Jabarkan Strategi Pemulihan Ekonomi Pada Podcast FGD  Pemulihan Ekonomi Daerah
Press Release Diskominfo Kabupaten Bogor
Selasa, 7 September 2021
 
CIBINONG-Bupati Bogor, Ade Yasin menjabarkan strategi Pemulihan Ekonomi Daerah (PED) Kabupaten Bogor pada Podcast Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Uja Uji Pancakarsa Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi”, di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong, Selasa (7/9/2021).



Selain Bupati Bogor, turut serta dalam podcast tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, Ketua KADIN Kabupaten Bogor, Ketua APINDO Kabupaten Bogor, Ketua Forum UMKM Kabupaten Bogor, GRM Star Energy Geothermal Salak, Ketua Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia, dan Ketua Forum Kabupaten Bogor Ekonomi Kreatif, bertindak sebagai moderator Komite Percepatan Pembangunan Kabupaten Bogor, Saefudin Muhtar (Gus Udin)
 


Ade Yasin menjelaskan, pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 menyebabkan menurunnya kinerja perekonomian daerah pada tahun 2020/2021. Tingkat pengangguran terbuka meningkat dari 9,06% (2019) menjadi 14,29% (2020) dan tahun 2021 ini menurun menjadi  13,28%. Persentase penduduk miskin meningkat dari 6,66% (2019) menjadi 7,69% (2020) dan 7,61% (2021). Selanjutnya laju pertumbuhan ekonomi menurun dari 5,85% (2019) menjadi minus 1,77% (2020).
 
Perekonomian daerah terus berupaya untuk bisa pulih dari dampak pandemi Covid-19. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah merumuskan dan secara bertahap mengimplementasikan berbagai program pemulihan ekonomi. Adapun strategi pemulihan Ekonomi Daerah (PED) Kabupaten Bogor adalah sebagai berikut.
 
“Meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, mengurangi angka pengangguran, mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menyelesaikan masalah sosial. Fokusnya adalah, peningkatan daya beli, peningkatan kesempatan kerja, peningkatan produksi dan pemasaran, dan penguatan dunia usaha,” jelas Ade Yasin.
 
Ade menambahkan, pada tataran implementasi, upaya pemulihan ekonomi daerah, dibagi ke dalam dua jenis kegiatan yaitu berupa regulasi atau kebijakan dan berupa program kegiatan perangkat daerah.
 
“Beberapa kebijakan dalam rangka pemulihan ekonomi daerah diantaranya, relaksasi pajak dan kemudahan investasi, pendekatan pelayanan publik ke masyarakat dengan membuka pelayanan publik di Gerai Pelayanan Publik di Aeon Mall dan rencana pembangunan Mall Pelayanan Publik, memaksimalkan tenaga masyarakat sekitar dalam pelaksanaan program fisik atau padat karya,” terang Ade.
 
Selanjutnya, kata Ade, meningkatkan produksi pangan dan mendorong kemandirian ketahanan pangan keluarga. Memaksimalkan pengembangan komoditas yang tidak terdampak saat pandemi misalnya bunga, tanaman hias, ikan hias dan lain-lain. Meningkatkan peran ASN maupun masyarakat dalam program ” Bela Beli Produk UMKM”, misalnya beras Carita Makmur dan produk pertanian maupun produk UMKM lain. Memaksimalkan peranan dunia pendidikan dan BUMD dalam mendorong pemasaran digital untuk produk UMKM dan pertanian, serta mendorong pemanfaatan lahan tidur oleh masyarakat agar lebih produktif.
 
“Adapun yang berupa program kegiatan, kami prioritaskan untuk memaksimalkan pengembangan produk atau jasa unggulan Kabupaten Bogor pada bidang pariwisata, ekonomi kreatif, IKM dan UMKM, pertanian, serta bidang industri dan manufaktur,” tandas Ade.
 
Ade mengungkapkan, semoga FGD ini dapat memunculkan  gagasan dan ide yang strategis untuk mengoptimalkan peran dari seluruh stakeholder yang terlibat  dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi daerah. Kolaborasi multi stakeholder yang konstruktif akan sangat menentukan kemampuan kita untuk bangkit dan pulih bersama.
 
Selanjutnya Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, diskusi hari ini dapat memberikan saran dan masukan, agar langkah-langkah di tahun 2022 menjadi lebih konkret lagi. Membahas tentang percepatan pemulihan ekonomi dengan Pancakarsa diantaranya adalah soal investasi, dan investasi itu tidak harus selalu uang.
 
“Sesuai dengan Karsa Bogor Cerdas, investasi terbaik hari ini adalah investasi sumber daya manusia. Kemudian karsa-karsa yang lain tentunya bukan hanya sebuah jargon, tapi ini sebuah program yang apabila implementasinya dilakukan dengan maksimal sesuai dengan visi dan misi kepala daerah, saya yakin percepatan pemulihan ekonomi dapat terealisasi dengan mudah,” kata Rudy.
 
Kemudian Rudy menjelaskan, kalau kita ingin percepatan pemulihan ekonomi ini berhasil, harus ada langkah-langkah taktis dan konkret, selanjutnya APBD harus bisa menggerakan roda perekonomian. Selama ini langkah-langkah yang sudah diambil pemerintah Kabupaten Bogor sudah baik dan kita berikan apresiasi.
 
“Kalau kita ingin memulai percepatan pemulihan ekonomi ini, tentunya semua langkah harus betul-betul mengena. Caranya dengan integrasi program kegiatan antar SKPD,” jelas Rudy. (TIM KOMUNIKASI PUBLIK / DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR)