BPPKB Gelar Pelatihan Pencegahan Penanganan Trafficking

Jumat, 25 April 16:10 Seputar OPD
BPPKB Gelar Pelatihan Pencegahan Penanganan Trafficking

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bogor, menggelar Pelatihan Pencegahan, Penanganan dan Perlindungan Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (Trafficking) bagi Ketua LPM Desa atau Kelurahan Se-Kabupaten Bogor Tahun 2014, di Grand Mutiara Hotel, Puncak, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu (16/4).

Dalam sambutannya, Bupati Bogor yang diwakili oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bogor, H. Dadang Irfan, mengatakan, melalui pelatihan ini diharapkan ada sinergitas yang kuat. “Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan terbangun sinergitas yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Bogor, Kecamatan dan Desa atau Kelurahan dengan gugus tugas pencegahan dan penanganan korban tindak pidana perdagangan orang, sehingga upaya proses pencegahan dan penanganan korban Trafficking dapat dilaksanakan secara lebih komprehensif, terpadu, efektif dan efisien”, jelasnya.

Bupati pun menambahkan, hambatan yang dialami dalam meningkatkan keterlindungan serta keselamatan masyarakat dari trafficking pada umumnya bersumber dari kemiskinan. “Ekonomi yang lemah, pengangguran, rendahnya akses terhadap kesempatan pendidikan dan kesejahteraan hidup yang menyebabkan calon korban mudah tertimpa kasus trafficking, untuk itu pencegahan perdagangan orang hendaknya dilaksanakan secara terintegrasi”, sambungnya.

Sementara itu, menurut Dadang Irfan, trafficking sudah menjadi masalah utama yang sangat meresahkan, menggeser bahaya narkoba. “Trafficking bukan lagi menjadi masalah nasional, sudah internasiona, letak wilayah Kabupaten Bogor yang berbatasan langsung dengan ibu kota, membuat peredaran atau perdagangan orang sangat rentan terjadi”, jelasnya.

Ia pun menambahkan, permasalahan trafficking ini merupakan tugas bersama. “Permasalahan trafficking ini merupakan tugas kita bersama, bukan hanya tugas Pemerintah semata, jadi bantuan dari masyarakat sangat berarti, kita sama-sama berantas perdagangan orang, ini merupakan harga diri bangsa, jadi jangan sampai perdagangan orang terus terjadi, terutama di wilayah Kabupaten Bogor”, bebernya.

Masih menurut Dadang, sesuai dengan visi Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju se-Indonesia, dibutuhkan beberapa element penting untuk mewujudkannya. “Untuk menjadi Kabupaten termaju Se-Indonesia dibutuhkan IPM yang baik, pemerataan pembangunan, daya beli masyarakat terus meningkat, sehingga visi Kabupaten termaju se-Indonesia ini pada tahun 2018 bisa terealisasi, dan dibutuhkan dukungan dari masyarakat Kabupaten Bogor Khususnya dan saya ingin hasil dari pelatihan ini bisa disampaikan sekaligus diterapkan di tengah-tengah masyarakat. (Derima/Diskominfo Kab.Bogor)