21 April 2017 09:49:08
Targetkan Satu Juta Tenaga Kerja, Kemenperin Lanjutkan Link and Match

Nartung_Tenaga_Kerja_Industri_1.jpg

Pemerintah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan SDM Industri dengan memfokuskan pada penyiapan satu juta tenaga kerja industri tersertifikasi hingga tahun 2019. Sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ditugaskan meningkatkan kerja sama dengan dunia usaha, untuk memberikan akses yang lebih luas  bagi siswa SMK untuk melakukan praktek kerja lapangan dan magang industri bagi guru.

Sebagai implementasi, Kemenperin melaksanakan program Pembinaan & Pengembangan SMK yang Link and Match dengan Industri, Pelatihan Tenaga Kerja Industri dengan Sistem Three-In-One, Pendidikan Vokasi yang Dibina Kemenperin, dan Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Industri.

“Kita harus menerapkan langkah-langkah terobosan yang bukan business as usual agar SMK dapat menghasilkan calon-calon tenaga kerja industri yang kompeten dan siap kerja sesuai dengan kebutuhan dunia usaha industri,” jelas Menperin Airlangga Hartarto pada Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri (link and match SMK dengan industri) Wilayah Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Jumat (21/4).

Setelah meluncurkan kerja sama dengan 50 perusahaan industri dan 234 SMK di Provinsi Jawa Timur pada Februari lalu, Kemenperin secara bertahap akan melibatkan lebih banyak SMK, dan tentunya juga lebih banyak perusahaan industri.  Hari ini akan ditandatangani perjanjian antara 117 perusahaan industri dengan 389 SMK di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Selanjutnya direncanakan  wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Utara.

Pemetaan daerah ditujukan untuk memenuhi target sertifikasi yang meningkat setiap tahunnya, yaitu 220.134 orang pada tahun 2017, 370.209 orang pada tahun 2018, dan 450.209 orang pada tahun 2019. Angka tersebut diambil dari target capaian dari tahun 2017 hingga tahun 2019, dengan rincian : (1) Lulusan 1.775 SMK sejumlah 845.000 siswa yang akan dikerjasamakan dengan 355 perusahaan industri; (2) 162.000 orang peserta Diklat 3-in-1 (Pelatihan-Sertifikasi Kompetensi-Penempatan Kerja); (3) 15.552 orang lulusan dari program pendidikan reguler binaan Kemenperin dan (4) Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Industri yang berjumlah hingga 18.000 orang. Sehingga, target jumlah tenaga kerja industri tersertifikasi pada tahun 2017-2019 mencapai 1.040.552 orang.

Program pendidikan vokasi yang link and match dengan industri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan pengangguran usia muda. “Indonesia saat ini dan sampai 10 tahun ke depan masih akan menikmati bonus demografi, dimana mayoritas penduduk kita berada pada usia produktif. Mereka ini harus menjadi aktor-aktor pembangunan yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Airlangga.

Sebagai bentuk komitmen perusahaan industri dalam mendukung program pembinaan dan pengembangan SMK yang link and match dengan industri, dalam kesempatan ini  dilakukan juga pemberian bantuan peralatan praktik kepada beberapa SMK dari beberapa perusahaan industri, yaitu PT.  Djarum, PT Astra Honda Motor, PT Astra Daihatsu Motor, PT Evercoss Technology Indonesia, PT Unggul Semesta, PT Yogya Presisi Teknikatama Industri, PT Terryham Proplas Indonesia, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), dan PT Sido Muncul. Selain itu, dalam kesempatan ini Ditjen IKM Kementerian Perindustrian juga akan memberikan bantuan Mesin dan Peralatan IKM Alat Angkut kepada Kelompok IKM Tegal Manufacturing Part.

Konsistensi Program

Mengusung konsep pemerataan yang difokuskan Presiden pada tahun ini, Kemenperin secara kontinyu melaksanakan rangkaian kegiatan. Setelah penandatanganan perjanjian kerja sama antara SMK dengan perusahaan industri pada hari ini, akan dilakukan penyelarasan kurikulum pendidikan sesuai dengan kebutuhan industri serta penyediaan workshop, laboratorium dan teaching factory untuk praktek kerja industri bagi siswa, dan magang industri bagi guru.

Penyediaan instruktur dan silver expert dari industri, pembangunan infrastruktur kompetensi di SMK, serta pemberian sertifikat dari perusahaan industri kepada siswa SMK juga ditetapkan sebagai langkah berikutnya. Menperin juga mengungkapkan, penerapan pendidikan vokasi di Indonesia akan dikembangkan dengan mengadopsi konsep pendidikan sistem ganda (dual system). “Untuk itu, kami mengembangkan kerja sama dengan negara-negara yang telah menjalankan pendidikan dual system, salah satunya adalah Swiss,” tambah Airlangga.


Sedangkan dalam kesempatan ini akan diadakan pembukaan diklat sistem Three-in-One yang diikuti oleh 290 orang peserta, yang terdiri dari Diklat Operator Mesin Industri Garmen sebanyak 200 orang, yang akan ditempatkan bekerja di PT. Eco Smart Garmen Indonesia di Boyolali dan PT. Globalindo Intimates di Klaten. Selain itu, Diklat operator mesin looming diikuti oleh 40 orang, yang akan ditempatkan bekerja di PT. Dasaplast Nusantara di Jepara. Selanjutnya, Diklat operator Jahit Alas Kaki diikuti 50 orang peserta, yang akan ditempatkan bekerja di PT. Wangta Agung Surabaya.

“Model pelatihan dengan sistem Three-in-One tidak hanya memberikan keterampilan kepada peserta diklat, tetapi juga memberikan jaminan kompetensi melalui sertifikasi kompetensi, dan yang terpenting adalah bahwa seluruh lulusan terserap bekerja di perusahaan  industri,” ujar Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono. **Biro Humas Kemenperin dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo

www.kemenperin.go.id / humaskemenperin@gmail.com / Twitter : @Kemenperin_RI
Join Channel Telegram: telegram.me/kemenperin

Nartung Tenaga Kerja  Industri_1 Nartung Tenaga Kerja  Industri_2

Nartung Tenaga Kerja  Industri_3 Nartung Tenaga Kerja  Industri_4

 


Tambahkan Komentar

Nama :
Email :
Url :
Masukkan Captcha :
Komentar :
   
Komentar Masuk

belum ada komentar.
Berita Terkini OPD
23 September 2017 13:17:37
78 PESERTA IKUTI MTQ TINGKAT KECAMATAN SUKAJAYA
Sukajaya- Sebanyak 78 Peserta mengikuti MTQ Tingkat Kecamatan Sukajaya yang di gelar di Halaman Kantor…
22 September 2017 10:27:50
Razia Pelajar di Wilayah Kecamatan Parung
Pada tanggal 19 September 2017, para PolPP Kecamatan Parung melakukan kegiatan Razia Pelajar di wilayah…
22 September 2017 10:21:37
Pembinaan Siswa/i YPUI Mengenai Pencegahan Tawuran dan Vandalisme
Pada Tanggal 18 September 2017, bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum telah mengaplikasikan Perda no. 54…
22 September 2017 10:20:01
Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah MUI Kecamatan Parung
Pada tanggal 17 September 2017, diadakan Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah yang dihadiri oleh Camat Parung,…
22 September 2017 10:08:56
Apel Bersama Persiapan Kerja Bakti / Bersih - Bersih Lingkungan Desa Cogreg
Pada tanggal 12 September 2017, diadakan kegiatan Apel bersama persiapan kerja bakti / bersih -…
Kalender Teman
SEPT
01
Sholat Iedul Adha
Lokasi : Lapangan tegar Beriman
Berita Terkait
20 September 2017 15:00:00
Pemkab Bogor Peringati tahun Baru Islam 1439 Hijriah Lewat Doa Dan Dzikir
Release Diskominfo Kabupaten BogorRabu, 20 September 2017Cibinongpemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperingati tahun baru islam 1…
20 September 2017 13:56:07
Bupati Bogor Silaturahim Dengan Masyarakat Bojong Gede Lewat Majelis taklim Keliling
Release Diskominfo Kabupaten BogorRabu, 20 September 2017Bojong GedeBupati Bogor Hj. Nurhayanti bersilaturahmi dengan masyarakatnya di…
19 September 2017 16:05:00
Kemarau, Desa Cinagara Tetap Panen Raya
Release Diskominfo Kabupaten BogorSelasa, 19 September 2017CARINGINMeski sudah berbulan-bulan wilayah Kabupaten Bogor dilanda kemarau yang…
19 September 2017 15:56:32
Bogor Wonderful Golf Ke II Tahun 2017 Kembali Sukses,Hantarkan Kab Bogor Terkenal Hingga Mancanegara
Release Diskominfo Kabupaten BogorSelasa, 19 September 2017Babakan MadangBogor Wonderful Golf ke- II Tahun 2017 yang…
19 September 2017 15:49:33
Sekda Kabupaten Bogor Kembali Lantik 24 Pejabat Eselon IV
Release Diskominfo Kabupaten BogorSelasa, 19 September 2017CibinongSekretaris Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar, melantik 24 pejabat…
Banner
Video Galeri