09 Januari 2017 17:00:00
Bupati Bogor Sampaikan 4 Raperda Kepada Anggota DPRD Kabupaten Bogor

DSC_0997.JPG

Release Diskominfo Kabupaten Bogor
Senin. 09 Januari 2017
Cibinong

Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti menyampaikan 4 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dihadapan para anggota DPRD Kabupaten Bogor tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2013 – 2018, izin gangguan,penyertaan modal pada PT. Bank Pembangunan Daerah Jabar dan Banten, TBK serta PT. Lembaga Keuangan Mikro Bogor, retribusi pengendalian  menara telekomunikasi. Bertempat di Gedung DPRD Kabupaten Bogor pada Senin (9/1).

Menurut Bupati Bogor perubahan atas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor tahun 2013-2018 merupakan sebuah keharusan dalam rangka mengembangkan sistem perencanaan pembangunan daerah yang komprehensif dan sesuai dengan tantangan zaman dengan dasar hukum adalah Pasal 282 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010 tentang pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tatacara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan Daerah. Alasan kedua yang mendasari perubahan RPJMD adalah adanya usulan masyrakat terkait pemekaran wilayah Bogor timur yang didasari oleh kesepakatan hasil musyawarah Desa-Desa di 7 Kecamatan se wilayah Bogor Timur. Alasan ketiga  adalah diberlakukannya Undang-Undang nomor 6 tentang Desa, dimana kewenangan penyelenggaraan pembangunan Desa yang telah diberikan secara langsung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam bentuk pelaksanaan program/kegiatan belanja langsung perangkat daerah, sehingga menuntut setiap perangkat daerah melakukan koreksi terhadap target-target kinerja perangkat daerah yang telah dialihkan kepada desa.

“untuk itu, perubahan substansi yang cukup besar dalam dokumen rpjmd dilakukan terutama pada substansi program, indikator dan target kinerja daerah mulai tahun 2017-2018 sebagai bentuk penyesuaian terhadap adanya perubahan kebijakan nasional dan perubahan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Nurhayanti juga menyampaikan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 10 tahun 2012 tentang izin gangguan berkaitan dengan adanya perubahan dalam aturan yang lebih tinggi, yakni dengan berlakunya peraturan menteri dalam negeri nomor 22 tahun 2016 tentang perubahan atas peraturan menteri dalam negeri nomor 27 tahun 2009 tentang pedoman penetapan izin gangguan di daerah.

“Dengan adanya perubahan ini, diharapkan prosedur  pemberian izin gangguan sebagai salah satu sarana pengendalian, perlindungan, dan penjaminan kepastian hukum dalam berusaha, dapat dilaksanakan lebih baik, sehingga kita dapat meminimalisasi kadar bahaya, kerugian dan gangguan kepada masyarakat yang timbul dari kegiatan usaha,” katanya.

Selanjutnya ia juga mengatakan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan pengembangan usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berimplikasi pada pertumbuhan perekonomian daerah, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan asli daerah, tentu perlu adanya penambahan penyertaan modal kepada PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, TBK.  Sementara itu, penyertaan modal kepada PT. Lembaga Keuangan Mikro Bogor perlu dilakukan, sejalan dengan terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat nomor 7 tahun 2015 tentang perubahan bentuk badan hukum perusahaan daerah perkreditan kecamatan hasil konsolidasi atau merger menjadi perseroan terbatas lembaga keuangan mikro, serta dalam rangka pemberdayaan ekonomi mikro dan kecil di kabupaten bogor. dalam ketentuan ini, termaktub amanat bahwa komposisi saham pemerintah daerah adalah sebesar 60% dan jumlah ini sampai dengan tahun anggaran 2016 belum terpenuhi, sehingga perlu dilakukan pemenuhan terhadap komposisi tersebut.

“adapun jumlah penyertaan modal daerah tersebut adalah sebesar 19.625.000.000,00 Rupiah bagi PT. Bank Jabar Banten dan sebesar  15.700.000.000,00 Rupiah bagi PT. Lembaga Keuangan Mikro Bogor, “ ungkapnya.

Terakhir Nurhayanti mengatakan khusus mengenai retribusi pengendalian  menara telekomunkasi, kita ketahui bersama bahwa sebelumnya terdapat retribusi pengendalian menara telekomunikasi paling tinggi 2 % dari nilai jual obyek pajak atas pajak bumi bangunan menara telekomunikasi sebagaimana diatur dalam penjelasan pasal 124 undang-undang nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah yang kemudian dibatalkan berdasarkan putusan mahkamah konstitusi nomor 46/puu-xii/2014. hal ini menjadikan peraturan daerah nomor 2 tahun 2013 tentang retribusi pengendalian menara telekomunikasi perlu ditinjau dan disesuaikan. (Andi/Diskominfo Kab Bogor)

 


Tambahkan Komentar

Nama :
Email :
Url :
Masukkan Captcha :
Komentar :
   
Komentar Masuk

belum ada komentar.
Berita Terkini OPD
20 Juli 2017 15:13:59
Kabupaten Bogor Kekurangan Ribuan Guru SD
CIBINONG – Tak hanya kekurangan tenaga guru Sekolah Menengah Pertama (SMP), ternyata Kabupaten Bogor juga…
20 Juli 2017 14:29:33
Sosialisasi Rencana Detail Tata Ruang di Kecamatan Parung
Pada hari kamis,  20 juli 2017 diadakan sosialisasi RDTR di aula kantor Kecamatan Parung, yg…
20 Juli 2017 14:24:52
Pembinaan&monitoring; di Desa Pamegarsari serta pengecekan infrastruktur
Pada hari kamis, 20 juli 2017 diadakan pembinaan dan monitoring penggunaan dana ADD, DD dan…
20 Juli 2017 12:21:59
Safari perizinan dari DPMTSP Kab. Bogor
Safari perizinan yang diselenggarakan di Kantor Kecamatan Parung meliputi pelayanan SIUP (surat izin usaha perdagangan)…
20 Juli 2017 12:09:58
Latihan paskibra untuk persiapan HUT RI
Latihan paskibra ini dijadwalkan seminggu 2 kali karena untuk lebih kompak&mempererat antar anggota 
Kalender Teman
JULI
19
MTQ Tingkat Kecamatan Tenjo Tahun 2017
Lokasi : Halaman Kantor Kecamatan Tenjo
JULI
17
Apel Kesadaran Nasional 17 Juli 2017
Lokasi : Halaman Kantor Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor
Berita Terkait
21 Juli 2017 14:07:59
Sekda Lepas Tim Bapor KORPRI Tryout ke Batam
Release Diskominfo Kabupaten BogorJumat, 21 Juli 2017CibinongSemakin dekatnya pelaksanaan Pekan Olahraga Pemerintah Daerah (Porpemda) ke…
20 Juli 2017 11:00:00
Pemkab Bogor Siap Raih Anugerah Iptek 2017 Kategori Budhipraja
Release Diskominfo Kabupaten BogorKamis, 20 Juli 2017JakartaPemerintah Kabupaten Bogor, masuk dalam 5 (lima) besar pada…
20 Juli 2017 09:58:30
NARASI TUNGGAL
HARI KEPENDUDUKAN DUNIA 2017: MASA DEPAN DEMOGRAFI INDONESIA DAN KESEIMBANGAN PERTUMBUHAN PENDUDUK Jakarta (11/7) –…
19 Juli 2017 15:48:57
Pemkab Bogor Bina Puluhan KIM CARINGIN Guna Wujudkan Masyarakat Caringin Cerdas Manfaatkan Teknologi
Release Diskominfo Kabupaten BogorRabu, 19 Juli 2017CARINGINSeiring pesatnya perkembangan Teknologi Informasi (TI), masyarakat dituntut untuk…
18 Juli 2017 15:25:00
Kabupaten Bogor Harus Terlindungi Dari Penyakit Campak dan Rubella
Release Diskomimfo Kabupaten BogorSelasa, 18 Juli 2017CibinongSekretaris Daerah Kabupaten Bogor menegaskan agar kampanye campak/measles dan…
Banner
Video Galeri