07 April 2014 11:31:24
Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara

UU-No.-5-Tahun-2014-ASN-227x300_1.jpg

Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara disebutkan, setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) dapat dimutasi tugas dan/atau lokasi dalam 1 (satu) Instansi Pusat, antar Instansi Pusat, 1 (satu) Instansi Daerah, antar Instansi Daerah, antar Instansi Pusat dan Instansi Daerah, dank e perwakilan Negara Kesatuan Republik Indonesia di luar negeri.
Mutasi PNS dalam satu Instansi Pusat atau Instansi Daerah dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian; antar kabupaten/kota dalam satu provinsi ditetapkan oleh Gubernur setelah memperoleh pertimbangan kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN); antar kabupaten/kota antar provinsi, dan antar provinsi ditetapkan oleh Menteri PAN-RB setelah memperoleh pertimbangan kepala BKN; mutasi PNS provinsi/kabupaten/kota ke Instansi Pusat atau sebaliknya ditetapkan oleh Kepala BKN; dan mutasi PNS antar Instansi Pusat ditetapkan oleh Kepala BKN.

“Mutasi PNS dilakukan dengan memperhatikan prinsip larangan konflik kepentingan,” bunyi Pasal 73 Ayat (7) UU. No. 5/2014 ini. Pasal 79 UU ini menegaskan, pemerintah wajib membayar gaji yang adil dan layak kepada PNS serta menjamin Kesejahteraan PNS. Gaji dibayarkan sesuai dengan beban kerja, tanggung jawab, dan resiko pekerjaan. Selain gaji, PNS juga menerima tunjangan dan fasilitas, yang meliputi tunjangan kinerja (dibayarkan sesuai pencapaian kinerja) dan tunjangan kemahalan (dibayarkan sesuai dengan tingkat kemahalan berdasarkan indeks harga di daerah masing-masing).

“Ketentuan lebih lanjut mengenai gaji, tunjangan kinerja, tunjangan kemahalan, dan fasilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 dan Pasal 80 diatur dengan Peraturan Pemerintah,” bunyi Pasal 81 UU ini. Undang-Undang ini juga menegaskan, PNS yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan, dan prestasi kerja dalam melaksanakan tugasnya dapat diberikan penghargaan berupa: a. tanda kehormatan; b. kenaikan pangkat istimewa; c. kesempatan prioritas untuk pengembangan kompetensi; dan/atau d. kesempatan mengadiri acara resmi dan/atau acara kenegaraan. Adapun PNS yang dijatuhi sanksi administrative tingkat berat berupa pemberhentian tidak dengan hormat, dicabut haknya untuk memakai tanda kehormatan berdasarkan undang-undang ini.
Pemberhentian Mengenai pemberhenti, UU ASN ini menyebutkan, bahwa PNS diberhentikan dengan hormat karena: a. meninggal dunia; b. atas permintaan sendiri; c. mencapai batas usia pension; d. perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini; atau e. tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban.

Selain itu, PNS dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan karena hukuman penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan hukuman pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang dilakukan tidak berencana.
PNS juga dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri karena melakukan pelanggaran disiplin PNS tingkat berat. Adapun PNS diberhentikan dengan tidak hormat karena: a. melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan UUUD 1945; b. dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan dan/atau pidana umum; c. menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik; dan d. dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pindana yang dilakukan dengan berencana.

Pasal 88 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 ini menyebutkan, PNS diberhenikan sementara apabila: a. diangkat menjadi pejabat negara; b. diangkat menjadi komisioner atau anggota lembaga non structural; atau c. ditahan karena menjadi tersangka tindak pidana. “Pengaktifan kembali PNS yang diberhentikan sementara dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian,” bunyi Pasal 88 Ayat (2) UU No. 5/2014 ini. Adapun mengenai Batas Usia Pensiun (BUP), pasal 90 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 ini meyebutkan, yaitu: a. 58 (lima puluh delapan) tahun bagi Pejabat Administrasi; b. 60 (enam puluh) tahun bagi Pejabat Pimpinan Tinggi; dan c. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan bagi Pejabat Fungsional.

PNS yang berhenti bekerja, menurut Pasal 91 UU ini, berhak atas jaminan pensiun dan jaminan hari tua sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“PNS diberikan jaminan pensiun apabila: a. meninggal dunia; b. atas permintaan sendiri dengan usia dan masa kerja tertentu; c. mencapai batas usia pension; d. perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini; atau e. tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban,” bunyi Pasal 91 Ayat (2) UU ini.

Disebutkan dalam UU ini, jaminan pension PNS dan jaminan hari tua PNS diberikan sebagai perlindungan kesinambungan penghasilan hari tua, sebagai hak dan sebagai penghargaan atas pengabdian PNS. Jaminan pensiun dan jaminan hari tua sebagaimana dimaksud mencakup jaminan pensiun dan jaminan hari tua yang diberikan dalam program jaminan sosial nasional. (MC/ Kabupaten Bogor)

 


Tambahkan Komentar

Nama :
Email :
Url :
Masukkan Captcha :
Komentar :
   
Komentar Masuk

belum ada komentar.
Berita Terkini OPD
23 September 2017 13:17:37
78 PESERTA IKUTI MTQ TINGKAT KECAMATAN SUKAJAYA
Sukajaya- Sebanyak 78 Peserta mengikuti MTQ Tingkat Kecamatan Sukajaya yang di gelar di Halaman Kantor…
22 September 2017 10:27:50
Razia Pelajar di Wilayah Kecamatan Parung
Pada tanggal 19 September 2017, para PolPP Kecamatan Parung melakukan kegiatan Razia Pelajar di wilayah…
22 September 2017 10:21:37
Pembinaan Siswa/i YPUI Mengenai Pencegahan Tawuran dan Vandalisme
Pada Tanggal 18 September 2017, bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum telah mengaplikasikan Perda no. 54…
22 September 2017 10:20:01
Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah MUI Kecamatan Parung
Pada tanggal 17 September 2017, diadakan Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah yang dihadiri oleh Camat Parung,…
22 September 2017 10:08:56
Apel Bersama Persiapan Kerja Bakti / Bersih - Bersih Lingkungan Desa Cogreg
Pada tanggal 12 September 2017, diadakan kegiatan Apel bersama persiapan kerja bakti / bersih -…
Kalender Teman
SEPT
01
Sholat Iedul Adha
Lokasi : Lapangan tegar Beriman
Berita Terkait
26 Maret 2015 08:53:41
PENGUMUMAN SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA
Silahkan klik link dibawah ini untuk informasi lebih lengkap : Informasi Pengumuman Seleksi
26 Maret 2015 08:40:38
PENGUMUMAN PENDAFTARAN CALON ANGGOTA DIREKSI PERUSAHAAN DAERAH PASAR TOHAGA KAB. BOGOR
Silahkan Download file dibawah untuk informasi lebih lengkap : Materi Pengumuman Pendaftaran
09 Juli 2014 09:48:38
Usai Nyoblos Wabup Dampingi SBY
Release Diskominfo Kabupaten Bogor 9/7/2014 GUNUNG PUTRI Usai nyoblos di TPS 06 Desa Ciomas Rahayu,…
02 Juli 2014 10:42:33
Juni, Jalan Mercedez Dibeton
Warga Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor tak lama lagi bisa bernafas lega. Kerusakan…
23 Mei 2014 08:35:53
Gubernur Jabar Berikan Materi Kepada Mahasiswa IPB
Demi menuju  Indonesia super dalam bidang pertanian serta bidang pendidikan, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan…
Banner
Video Galeri