Sarana dan Prasarana

Infrastruktur daerah merupakan aspek yang penting dalam pembangunan daerah yang berperan sebagai pemacu pertumbuhan wilayah serta pengikat wilayah.

Kondisi Lalu Lintas Dan Transportasi:


Aktivitas masyarakat di wilayah Kabupaten Bogor tidak terlepas dari pengaruh aktivitas kota lainnya dalam Jabodetabek sebagai wilayah Metropolitan. Tingkat motorisasi penduduk Kabupaten Bogor dan wilayah JABODETABEK mengalami pertumbuhan yang relatif tinggi sejalan dengan peningkatan pendapatan.
Di kab. Bogor tercatat  jaringan jalan yang terdiri dari :
Jaringan Jalan Negara      : 122.836 Km
Jaringan Jalan Provinsi     : 126.809 Km
Jaringan Jalan Kab.          : 1.748.915 Km

Dengan bertambahnya prasarana jalan, pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat, jumlah kendaraanjuga turut meningkat. Saat ini Kabupaten Bogor memiliki 87 trayek dengan 6.797 unit angkutan. Seluruh prasarana ini ditujukan untuk memperlancar arus barang dan jasa dari satu tempat ke tempat lain, meningkatkan mobilitas masyarakat baik dari pedesaan sampai ke perkotaan, daerah perbatasan maupun daerah terpencil. Pola jaringan jalan di Kabupaten Bogor didominasi dengan jaringan jalan regional yang menghubungkan kota-kota kecamatan di Kabupaten Bogor.

Jaringan Transportasi Darat :


Jaringan trasportasi darat meliputi jaringan jalan, jaringan jalur kereta api, terminal dan stasiun. Jaringan jalan darat terdiri dari jaringan arteri primer (Bogor¬Cimanggis-Jakarta), kolektor primer (Bogor-Parung-Ciputat) dan jalan tol. Jaringan jalan arteri primer dikembangkan untuk melayani dan menghubungkan kota-kota antar pusat wilayah dan/atau pusat kegiatan nasional. Jaringan kolektor primer dikembangkan untuk melayani dan menghubungkan kota-kota antar pusat kegiatan wilayah, antar pusat kegiatan wilayah dengan pusat kegiatan lokal dan atau kawasan berskala kecil. Jalan tol dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan jasa transportasi serta memacu perkembangan wilayah.

Sumber daya air dan irigasi merupakan penunjang kegiatan pertanian, karena kontinuitas dan distribusi air ke lahan lahan pertanian sangat menentukan tingkat produksi hamparan sawah di wilayah pelayanan irigasi.
Untuk menunjang hal tersebut Kab. Bogor memiliki:

Daerah Irigasi : 879   Titik
Saluran Induk Daerah Irigasi : 1.581.789   Km
Bendungan : 476   Unit
Pintu Air : 419   Unit
Bendungan Air Lainnya : 1.862   Unit

 

Sumber sumber air lainnya berasal dari 6 daerah aliran sungai yaitu sungai Casadane, Ciliwung, Cidurian, Citarum, Kali Bekasi dan Cimanceuri dengan 94 situ.

 
Berita Terkini OPD
24 Mei 2019 12:19:57
"LAGI" KAB.BOGOR JADI RUJUKAN STUDY BANDING PENGUATAN PENDIDIKAN NASIONAL
CIBINONG – Digaungkannya program  Tarsana oleh Kabupaten Bogor. Membuat Komisi IV DPRD Kabupaten Serdang Bedagai,…
24 Mei 2019 12:18:39
SKB AKAN GELAR PELATIHAN UJIKOM BAGI GURU PAUD
    CIBINONG – Demi meningkatkan kualitas tenaga pendidik jenjang Paud. Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)…
24 Mei 2019 12:18:01
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PAUD MELALUI DIKLAT BERJENJANG
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PAUD  MELALUI DIKLAT BERJENJANG   Oleh : ASEP ACHADIAT SUDRAJAT  …
24 Mei 2019 12:16:43
PIP JADI SARAT WAJIB PPDB JALUR AIRMASI
CIBINONG - Dihapuskannya kebijakan pendaftaran jalur afirmasi menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Membuat Dinas…
24 Mei 2019 12:15:58
INI DIA JUKNIS PPDB JENJANG SD
CIBINONG - Bertempat di Aula SD IT Darul Jannah Cibinong, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menyelenggarakan…
Kalender Teman
MAR
18
Apel Siaga Satlinmas
Lokasi : Halaman Kecamatan Parungpanjang
MAR
03
UNDANGAN PERSIAPAN MTQ TK KAB. BOGOR TH. 2019
Lokasi : AUDIO VISUAL PUSDAI DAKWAH ISLAM (PUSDAI) KAB.BOGOR
Banner
Video Galeri
Maklumat